Metode Menghafal Al-Qur’an

Saturday, March 22nd 2014. | Islam

Artikel ini disadur dari postingan Ustadz @abdrahmanmuiz Al Hafidz. Dalam menghafal Al Qur’an baiknya kita memadukan 4 metode, yaitu: Muraja’ah, Tadabbur, Sima’an, dan Kitaban.

1. Muraja’ah / Metode Pengulangan
Minimal 300 – 450 kali pengulangan per ayat/tema/halaman/juz/surah sesuai kesanggupan.  Metode ini paling efektif karena salah satu inti dari menghafal & menjaga adalah memperbanyak pengulangan. Semakin banyak mengulang, semakin baik.

2. Tadabbur / Metode Pemahaman
Pahami makna ayat/tema/surah per detail kata. Setidak maksud secara garis besarnya saat sebelum, sedang & setelah menghafal. Pemahaman Lughah (bahasa) ‘Arabiyah & Tafsir sangat membantu atau minimal membaca Mushaf Tafsir Terjemah.InsyaAllah metode ini yang paling berkesan karena inilah salah satu proses mentransfer Al-Qur’an ke dalam hati. Kalau kita mengerti kandungannya, niscaya kita akan lebih banyak menangis ketimbang tertawa.

3. Istima’an (Sima’an) / Metode Membiasakan Diri
Membiasakan diri mendengarkan Ayat Suci Al-Qur’an dibacakan. Rekaman murattal/mujawwad berupa kaset, CD, dsb yang dibaca oleh Para Qurra’ wa Muqri sangat bisa membantu, selain rekaman suara sendiri.InsyaAllah metode ini yang paling menghibur & juga inilah hiburan yg pahalanya luar biasa dahsyat.

4. Kitabatan / Metode Penulisan
Menuliskan ayat-ayat yg ingin dihafal/telah dihafal untuk menjaganya. Metode ini yang telah dilakukan pada masa-masa awal turunnya Al-Qur’an. Jika ingin sedikit merasakan perjuangan Zaid bin Tsabit radhiyaLlahu ‘anhu saat menulis Al-Qur’an maka metode inilah salah satu caranya. InsyaAllah metode ini yang paling mengkayakan kemampuan, wawasan, & pahala karena dengan menulis ayat-ayat Al-Qur’an, kita bisa termotivasi untuk punya kemampuan & keberanian untuk menulis yang baik-baik, berwawasan dalam menulis dan pahala yang mengalir karena tulisan tersebut bisa jadi dibaca oleh orang banyak, bahkan setelah kita mati.

Bayangkan berapa banyak pahala yg mengalir ke para penulis Wahyu Allah karena mereka menjadi sebab triliunan Mushaf Al-Qur’an yang dicetak sepanjang zaman & dibaca oleh kaum muslimin. Metode Kitaban juga merupakan cara yang bisa mengantarkan kita kepada (nostalgia) sejarah. Sayangnya, kita kurang mau bersungguh-sungguh menulis ayat-ayat Allah sampai tuntas.Padahal sekarang mudah untuk menulis karena sudah jaman komputerisasi & telepon genggam pintarisasi.

Itu tadi 4 metode dalam menghafal Al Qur’an, dan sebagai catatan, untuk mempermudah menghafal, jauhilah perbuatan maksiyat. Karena Al Qur’an hanya dapat melekat dihati dan ingatan orang-orang yg menjauhi diri dari perbuatan dosa

tags: