Meneladani Dalil Tata Krama: Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Tanya Jawab

Meneladani Dalil Tata Krama: Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Meneladani Dalil Tata Krama: Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Adab Mulia: Kunci Menuju Kemuliaan Abadi

Hai sahabat Muslim yang budiman! Maukah kamu menjadi orang yang mulia dan dimuliakan? Jika jawabanmu ‘ya’, maka kuncinya ada pada adab atau tata krama yang luhur. Tata krama merupakan cerminan akhlak yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Dengan tata krama, kita mencapai derajat kemuliaan sejati di mata Allah SWT dan sesama manusia.

Pentingnya Tata Krama dalam Islam

Dalam agama Islam yang maha sempurna, tata krama menjadi salah satu pilar utama. Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia, dan beliau adalah teladan terbaik dalam hal adab dan budi pekerti luhur. Dengan tata krama, kita menghormati dan memuliakan Allah, Rasul-Nya, diri sendiri, serta seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Tabel Konten

Dalil-dalil Tata Krama dalam Al-Qur’an dan Hadits

Sungguh, dalil-dalil tentang tata krama begitu banyak termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits. Firman Allah dan sabda Rasulullah SAW menjadi pedoman lengkap bagi kita dalam mempraktikkan adab yang mulia. Setiap ayat dan hadits tentang adab bagaikan mutiara penuh hikmah yang menuntun kita menuju kemuliaan dan ridha Ilahi.

Tuntunan Mulia dari Firman Ilahi

Sahabat Muslim tercinta, bukankah kita merasa beruntung karena memiliki petunjuk dari Al-Qur’an? Firman Allah SWT ini begitu lengkap mengatur segala aspek kehidupan kita, termasuk dalam hal adab dan tata krama. Maka, marilah kita renungkan bersama tuntunan mulia dari Firman Ilahi ini.

Ayat-ayat tentang Tata Krama terhadap Allah SWT

Sebagai makhluk ciptaan-Nya, sudah sepatutnya kita menjaga adab terhadap Allah SWT. Dalam QS. Al-A’raf [7]: 206, Allah berfirman: “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah. Dan Allah Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya.” Ayat ini mengingatkan kita untuk senantiasa taat, tunduk, dan beribadah kepada-Nya dengan penuh rasa cinta dan hormat.

Ayat-ayat tentang Tata Krama terhadap Orang Tua

Setelah Allah SWT, orang tua adalah sosok yang patut kita muliakan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’ [17]: 23: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.” Sungguh, ayat ini begitu jelas memerintahkan kita untuk senantiasa berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua sebagai bentuk tata krama tertinggi.

Ayat-ayat tentang Tata Krama terhadap Sesama Manusia dan dalam Pergaulan Sosial

Tidaklah sempurna tata krama seorang Muslim jika hanya diterapkan kepada Allah SWT dan orang tua saja. Dalam QS. An-Nisa’ [4]: 86, Allah SWT berfirman: “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).” Ini mengajarkan kita untuk senantiasa membalas kebaikan dengan kebaikan, menjaga adab dalam setiap pergaulan dengan sesama manusia.

Sunnah Rasul: Panduan Akhlak Mulia

Sahabat Muslim tercinta, bayangkan jika kita memiliki panduan lengkap untuk menjalani hidup dengan akhlak mulia! Sungguh, kita tidak perlu membayangkan lagi karena kita memiliki sunnah Rasulullah SAW sebagai pedoman sempurna. Melalui hadits-hadits beliau, kita dapat menggali khazanah adab yang luhur untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Hadits tentang Tata Krama terhadap Allah SWT dan Rasulullah SAW

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang paling utama imannya di antara orang-orang mukmin adalah yang terbaik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi). Ini mengingatkan kita bahwa adab terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya adalah puncak dari segala tata krama. Bagaimana mungkin kita mengaku beriman jika tidak memiliki akhlak mulia kepada Dzat Yang Maha Mulia dan utusan-Nya?

Hadits tentang Tata Krama terhadap Orang Tua

Setelah Allah SWT dan Rasul-Nya, orang tualah yang berhak atas adab terbaik dari kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keridhaan Allah tergantung pada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung pada kemurkaan orang tua.” (HR. Tirmidzi). Sungguh, inilah pentingnya berbakti dan berbuat baik kepada ibu dan bapak kita sebagai bentuk tata krama tertinggi.

Hadits tentang Tata Krama terhadap Sesama Manusia dan dalam Pergaulan Sosial

Tidak hanya kepada Allah SWT, Rasul-Nya, dan orang tua, kita juga diwajibkan untuk menjaga adab terhadap sesama manusia dan dalam pergaulan sosial. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua, maka bukanlah dari golongan kami.” (HR. Tirmidzi). Betapa indahnya jika kita semua saling menyayangi dan menghormati dalam setiap interaksi sosial!

Menghiasi Hidup dengan Akhlak Mulia

Sahabat Muslim yang baik, setelah kita mempelajari dalil-dalil tentang tata krama dalam Al-Qur’an dan Hadits, sudah saatnya kita mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bukankah kita ingin menjadi hamba Allah yang memiliki akhlak mulia dan dimuliakan di dunia serta akhirat? Maka, marilah kita menghiasi setiap langkah hidup dengan adab yang luhur!

Tata Krama dalam Lingkungan Keluarga

Rumah adalah madrasah pertama bagi setiap individu untuk belajar tata krama. Di sinilah kita mulai mempraktikkan adab kepada orang tua, saudara, dan anggota keluarga lainnya. Saling menghormati, berbicara dengan lemah lembut, dan saling menyayangi adalah kunci untuk menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh cinta kasih.

Tata Krama di Tempat Kerja atau Sekolah

Sebagai seorang Muslim, kita harus menjaga tata krama di manapun kita berada, termasuk di tempat kerja atau sekolah. Jadilah pekerja atau pelajar yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Hormati atasan dan guru, serta perlakukan rekan kerja atau teman dengan baik. Ingatlah, akhlak mulia akan membuat kita dicintai dan dihormati oleh semua orang.

Tata Krama dalam Bertetangga dan Bermasyarakat

Masyarakat yang baik terbentuk dari individu-individu yang beradab. Oleh karena itu, terapkanlah tata krama dalam bertetangga dan bermasyarakat. Saling menyapa, menghargai privasi, dan membantu satu sama lain adalah cerminan dari akhlak mulia seorang Muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tata Krama dalam Perjalanan atau di Tempat Umum

Tidak hanya di rumah atau komunitas terdekat, tata krama juga harus dijaga saat kita bepergian atau berada di tempat umum. Hindari membuang sampah sembarangan, antre dengan tertib, dan bersikap ramah kepada siapa pun yang kita temui. Ingatlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, dia tidak boleh menzaliminya, mendustainya, dan tidak pula menghina atau mencela.” (HR. Muslim).

Tantangan dalam Mengamalkan Tata Krama

Menghadapi Situasi Sulit

Sahabat Muslim tercinta, dalam perjalanan hidup kita, tentu akan ada situasi dan tantangan yang menguji keteguhan kita dalam memegang teguh tata krama. Namun, jangan berkecil hati! Justru di sinilah akhlak mulia kita benar-benar diuji. Dengan semangat dan ketabahan, insya Allah, kita mampu menghadapi segala tantangan dengan penuh adab dan bijaksana.

Teknologi dan Komunikasi: Bagaimana Menghadapi Ketidakberadaban di Media Sosial

Di era digital ini, media sosial seringkali menjadi ladang subur bagi sikap-sikap ketidakberadaban, seperti menghujat, mengolok-olok, atau menyebarkan fitnah. Sebagai Muslim yang beradab, kita harus mampu menjaga tata krama di dunia maya. Jangan pernah terpancing untuk membalas kejahatan dengan kejahatan yang serupa. Ingatlah pesan Allah SWT dalam QS. An-Nahl [16]: 125, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…”

Jika kita menjumpai hal-hal negatif di media sosial, hadapilah dengan bijak dan santun. Berikan nasihat dengan lemah lembut atau abaikan saja jika memang tidak perlu diladeni. Ingatlah, sikap kita di dunia maya juga mencerminkan akhlak kita sebagai seorang Muslim.

Ketidakpedulian: Mengapa Tata Krama Sering Diabaikan dan Bagaimana Mengatasinya

Terkadang, kita melihat banyak orang yang seakan tidak peduli dengan tata krama, baik dalam lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun masyarakat. Mereka abai dengan adab-adab yang seharusnya dijaga, seperti berkata kasar, tidak menghormati yang lebih tua, atau berperilaku semena-mena. Mengapa hal ini terjadi?

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pendidikan dan teladan yang baik. Orang-orang tersebut mungkin tidak pernah diajarkan atau melihat contoh nyata tentang pentingnya tata krama dalam kehidupan. Sebagai Muslim yang beradab, kita harus menjadi agen perubahan dengan memberikan nasihat dan teladan yang baik. Dengan lemah lembut, kita dapat mengingatkan mereka akan keutamaan akhlak mulia dan tata krama dalam Islam.

Langkah Menuju Kemuliaan Abadi

Sahabat Muslim tercinta, setelah mempelajari bersama dalil-dalil tata krama dalam Al-Qur’an dan Hadits serta cara mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, marilah kita rangkum kembali poin-poin penting ini agar tertanam kuat dalam hati dan pikiran kita.

Ringkasan Pentingnya Menerapkan Tata Krama

Tata krama atau adab adalah cerminan akhlak mulia seorang Muslim. Dengan menjaga tata krama, kita menunjukkan ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT serta Rasul-Nya. Lebih dari itu, tata krama juga menjadi kunci harmonisnya hubungan kita dengan sesama manusia, baik dalam lingkungan keluarga, tempat kerja/sekolah, lingkungan tetangga, maupun masyarakat luas.

Tanpa adab yang luhur, kehidupan kita akan terasa hampa dan penuh dengan konflik. Namun, dengan mengimplementasikan tata krama seperti yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan Hadits, kita akan meraih kebahagiaan dan kemuliaan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Motivasi untuk Senantiasa Meningkatkan Akhlak dan Tata Krama

Sahabat Muslim yang kukasihi, ingatlah bahwa mempelajari tata krama adalah langkah awal menuju akhlak mulia. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten dan sungguh-sungguh.

Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas akhlak dan tata krama kita. Jadikanlah setiap hari sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, belajar dari kesalahan, dan terus bermuhasabah (mengevaluasi diri). Ingatlah, Allah SWT mencintai hamba-hamba-Nya yang berakhlak mulia dan beradab.

Pertanyaan Yang Sering Muncul

Apa itu tata krama dalam Islam?

Di dalam Islam, tata krama atau adab mencakup segala bentuk sikap, perilaku, dan tutur kata yang mencerminkan akhlak mulia. Tata krama merupakan panduan lengkap bagi seorang Muslim dalam berinteraksi dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia, makhluk hidup lainnya, bahkan benda-benda di sekitar kita. Intinya, tata krama mengajarkan kita tentang cara menghormati, menghargai, dan memperlakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya sesuai tuntunan syariat Islam.

Mengapa tata krama penting dalam kehidupan seorang Muslim?

Tata krama adalah cermin dari keimanan dan kemuliaan akhlak seorang Muslim. Tanpa adab yang luhur, amal ibadah kita akan terasa hampa dan kurang bermakna. Dengan menjunjung tata krama, kita menunjukkan kecintaan dan ketaatan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Lebih dari itu, tata krama membuat kehidupan kita menjadi lebih indah, damai, dan dihormati oleh sesamanya. Ingatlah, Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia, salah satunya melalui pengamalan tata krama yang sempurna.

Apa saja dalil-dalil tentang tata krama dalam Al-Qur’an?

Al-Qur’an sarat dengan ayat-ayat yang mengajarkan tentang tata krama, baik terhadap Allah, Rasul-Nya, orang tua, sesama manusia, bahkan kepada makhluk lainnya. Misalnya, dalam QS. Al-Isra’ [17]: 23, Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada orang tua. Dalam QS. An-Nisa’ [4]: 86, kita diperintahkan untuk membalas penghormatan dengan yang lebih baik atau serupa. Sungguh, setiap ayat dalam Al-Qur’an adalah bimbingan berharga bagi kita untuk menjadi hamba yang beradab.

Hadits apa saja yang membahas tentang tata krama?

Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam hal tata krama. Melalui hadits-haditsnya, kita bisa mempelajari secara mendalam bagaimana beliau mengaplikasikan adab mulia dalam setiap aspek kehidupannya. Salah satu hadits terkenal adalah “Barangsiapa yang tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua, maka bukanlah dari golongan kami.” (HR. Tirmidzi). Hadits ini mengajarkan tata krama dalam bergaul dengan sesama. Masih banyak hadits lain yang mengupas tuntas tentang adab terhadap Allah, Rasul, orang tua, dan seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Bagaimana cara menerapkan tata krama terhadap Allah SWT?

Menerapkan tata krama terhadap Allah SWT adalah puncak dari segala adab. Caranya adalah dengan senantiasa taat dan patuh terhadap segala perintah dan larangan-Nya, serta menjauhi segala kemaksiatan. Selain itu, kita harus mencintai Allah melebihi cinta kita kepada apa pun, memuji-Nya dengan sepenuh hati, serta bersyukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya. Dalam beribadah pun, kita harus melakukannya dengan khusyuk dan penuh kerendahan hati. Itulah hakikat dari tata krama seorang hamba terhadap Sang Pencipta.

Tata krama seperti apa yang harus dimiliki seorang Muslim terhadap orang tua?

Setelah Allah SWT, orang tualah yang paling berhak mendapat perlakuan mulia dan adab terbaik dari kita. Sebagai seorang Muslim, kita wajib berbakti, taat, dan berbuat baik kepada ibu bapak dengan sepenuh hati. Berbicaralah kepada mereka dengan lemah lembut, perlakukan dengan penuh kasih sayang, dan jangan sekali-kali menyakiti hati mereka. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.'” (QS. Al-Isra’ [17]: 24). Sungguh adab terindah yang bisa kita persembahkan untuk membahagiakan orang tua kita.

Adab apa saja yang harus dijaga dalam pergaulan sosial menurut Islam?

Dalam pergaulan sosial, seorang Muslim diwajibkan untuk senantiasa menjaga adab dan akhlak mulia. Pertama, kita harus bertutur kata dengan lemah lembut, jujur, dan tidak menyakiti siapa pun. Kedua, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Selanjutnya, kita juga harus memelihara amanah, menepati janji, dan berlaku adil. Dalam berinteraksi, kita harus selalu memulai dengan salam, tersenyum, dan menjaga pandangan. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim). Itulah hakikat adab dalam pergaulan sosial yang dicontohkan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Dalil apa yang mengajarkan tata krama terhadap tetangga?

Dalam Islam, tata krama terhadap tetangga mendapat perhatian khusus. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau juga menegaskan, “Tidak beriman seseorang di antara kamu hingga ia mencintai tetangganya seperti mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ayat Al-Qur’an yang mengajarkan adab terhadap tetangga adalah QS. An-Nisa’ [4]: 36, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh…” Sungguh, menghormati dan memperlakukan tetangga dengan baik adalah kunci keharmonisan dalam bertetangga.

Bagaimana tata krama seorang Muslim di tempat kerja atau sekolah?

Seorang Muslim sejati akan senantiasa menjaga tata krama di manapun ia berada, termasuk di tempat kerja atau sekolah. Di tempat kerja, kita harus menunjukkan etos kerja yang baik, amanah, jujur, disiplin, dan professional dalam menjalankan tugas. Perlakukan atasan dengan hormat, dan jaga silaturahmi dengan rekan kerja. Di sekolah atau kampus, berlaku hormat dan patuh kepada guru dan dosen. Perlakukan teman sekelas dengan baik, saling menghargai, dan menghindari segala bentuk permusuhan. Rasulullah SAW mengajarkan, “Bukanlah dari golonganku orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak mengasihi yang lebih muda.” (HR. Ahmad). Inilah adab yang harus kita teladani di lingkungan kerja dan pendidikan.

Apa contoh nyata tata krama yang diajarkan Rasulullah SAW?

Rasulullah Muhammad SAW adalah teladan agung dalam hal tata krama dan akhlak mulia. Beliau mengajarkan tata krama melalui sabda dan perbuatannya sehari-hari. Dalam bertutur kata misalnya, beliau selalu lembut dan tidak pernah membentak atau berkata kasar. Dalam bergaul, beliau menghormati yang tua dan menyayangi yang muda. Bahkan, beliau tak segan memberi salam kepada anak-anak. Kepada tetangga, beliau senantiasa berbuat baik dan menjaga silaturahmi. Beliau juga sangat mencintai kebersihan dan memelihara adab di tempat umum. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Sungguh, setiap gerak-gerik beliau adalah manifestasi dari tata krama sempurna seorang Muslim sejati.

Mengapa akhlak mulia dan tata krama sangat penting dalam Islam?

Akhlak mulia dan tata krama merupakan ruh dari ajaran Islam itu sendiri. Tanpa keduanya, keimanan dan ibadah seseorang akan terasa hampa dan kurang bermakna. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, menuntun kita menjadi pribadi yang santun, rendah hati, dan menghargai sesama makhluk ciptaan Allah. Dengan akhlak dan adab yang luhur, kita membuktikan ketaatan dan kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Lebih dari itu, akhlak mulia akan membuat kita dicintai oleh sesamanya dan memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Itulah mengapa akhlak dan tata krama begitu penting dalam ajaran Islam yang sempurna ini.

Adakah hukuman bagi orang yang tidak memiliki tata krama?

Betapa merugi orang yang tidak memiliki tata krama dan akhlak mulia. Di dunia, mereka akan dicap buruk dan dijauhi oleh sesamanya. Bahkan, Allah SWT mengancam orang-orang yang tidak beradab dengan hukuman yang pedih di akhirat kelak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya pada hari kiamat ialah orang yang paling buruk akhlaknya.” (HR. Tirmidzi). Beliau juga menegaskan, “Tidak beriman seseorang di antara kamu hingga aku (Nabi) lebih dicintainya daripada anak dan orang tuanya.” (HR. Bukhari & Muslim). Jadi, bagi siapa saja yang tidak memiliki tata krama, ia akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT di akhirat nanti.

Bagaimana cara mendidik anak agar memiliki tata krama yang baik?

Mendidik anak agar memiliki tata krama yang baik harus dilakukan sedini mungkin. Orang tua memegang peranan penting sebagai teladan utama bagi anak-anaknya. Biasakan mereka untuk bertutur kata yang sopan, menghormati yang lebih tua, dan menyayangi yang lebih muda. Ajarkan pula adab-adab dalam beribadah, bergaul, dan berinteraksi dengan sesama. Ceritakan kisah-kisah teladan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat agar mereka termotivasi mencontoh akhlak mulia tersebut. Yang terpenting, orang tua harus senantiasa memberikan nasihat dan bimbingan dengan penuh kasih sayang serta menjadi contoh terbaik bagi anak-anaknya dalam mempraktikkan tata krama sehari-hari.

Siapa saja tokoh dalam Islam yang dikenal memiliki tata krama luhur?

Tentu saja, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan utama dalam hal tata krama dan akhlak mulia. Beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia yang mulai rusak. Setiap perkataan dan perbuatan beliau adalah refleksi dari adab dan suri tauladan terbaik. Selain Rasulullah, kita juga memiliki para sahabat beliau yang terkenal dengan akhlak dan tata kramanya yang luhur seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan lainnya. Bahkan, istri-istri Rasulullah seperti Khadijah, Aisyah, dan lainnya juga dikenal sebagai perempuan yang santun dan beradab.

Apa manfaat menerapkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari?

Menapaki kehidupan dengan berlandaskan tata krama dan akhlak mulia akan memberikan banyak sekali manfaat, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Di dunia, kita akan dicintai oleh sesama, dihormati, dan disegani. Kehidupan kita akan damai, harmonis, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Di akhirat nanti, kita akan mendapat ganjaran yang mulia dari Allah berupa surga-Nya yang kekal abadi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling baik keislamannya ialah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Bukhari). Jadi, semakin kita menerapkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari, semakin dekat pula kita dengan kebahagiaan dan kemuliaan yang hakiki.

Tags

Related Post

Ads - Before Footer